Artikel

Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Ritel Modern

Oleh GIDKP
September 13th, 2016
Baca artikel
Kudus_isknews.com–(13/1) Plastik merupakan produk yang sering kita gunakan setiap harinya baik untuk kantong makanan maupun barang lainnya. Kurang lebih 9,8 milyar lembar kantong plastik telah digunakan oleh masyarakat Indonesia selama 10 tahun terakhir. Sifat plastik yang baru bisa terurai setelah 50-80 tahun dapat menjadi ancaman besar bagi manusia, hewan, tumbuhan serta lingkungan. Dari data Kantor Lingkungan Hidup Kudus, Kabupaten Kudus pada tahun 2014 menghasilkan sampah plastik sebanyak 2,77 Ton setiap harinya dari 153,9 Ton sampah yang dihasilkan.Untuk mengatasi masalah tersebut, Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun mengeluarkan surat edaran tentang “Langkah Antisipasi Penerapan Kebijakan Kantong Plastik Berbayar Pada Usaha Ritel Modern” kepada Para Gubenur, Bupati, Walikota dan Pelaku Usaha. Dalam surat edaran tersebut bertujuan untuk menekan laju timbunan sampah plastik yang selama ini menjadi beban pencemaran lingkungan, melakukan persiapan daerah masing-masing untuk melaksanakan kebijakan kantong plastik berbayar, melakukan kordinasi terhadap pihak terkait, meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengurangan sampah plastic dan segera menetapkan kebijakan kantong plastik berbayar untuk para pengusaha ritel modern.Tepat 21 Februari mendatang yang bertepatan pula dengan Peringatan Hari Peduli Sampah terdapat 17 Kota yang akan memulai menerapkan kantong plastik berbayar, 17 Kota tersebut yaitu DKI Jakarta, Bandung, Depok, Bogor, Bekasi, Tanggerang, Solo, Surabaya, Semarang, Denpasar, Palembang, Medan, Banjarmasin, Balikpapan, Ambon, Makasar dan Jayapura. Di Kabupaten Kudus sendiri belum ada anjuran untuk kearah tersebut. Nunung P. selaku Kasi Pengendalian Dampak Lingkungan saat di hubungi isknews.com mengaku belum mendapatkan informasi maupun sosialisasi mengenai surat edaran Direktorat Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun tersebut.

Walaupun belum ada anjuran tersebut di Kabupaten Kudus, kita harus tetap menjaga lingkungan dengan baik, tidak hanya dengan mengurangi penggunaan kantong plastik dan menggantinya dengan kantong kertas bekas maupun kantong yang terbuat dari kain yang bisa digunakan kembali, kita juga harus menjaga lingkungan kita dengan tidak membuang sampah sembarangan (Adam).

Selengkapnya dapat dibaca di sini

BAGIKAN

media terkait

Pilih kategori

dukung sekarang

Dukung dan bergabung dengan gerakan kami sekarang baik menjadi relawan, mitra hingga petisi dan donasi.
media terkait
Pilih kategori