Artikel

KUNJUNGAN GIDKP KE PABRIK KANTONG NABATI ENVIPLAST

Oleh GIDKP
April 19th, 2017
Baca artikel

KUNJUNGAN GIDKP KE PABRIK KANTONG NABATI ENVIPLAST

Pada Selasa, 4 April 2017 lalu, Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia (GIDKP) diberikan kesempatan untuk mengunjungi pabrik pembuat kantong nabati dari PT Inter Aneka Lestari Kimia (Enviplast) yang terletak di Balaraja, Tangerang, Banten. PT Inter Aneka Lestari Kimia sendiri sebelumnya sudah memproduksi berbagai jenis bahan baku kantong nabati seperti palet. Namun pada awal tahun 2011, perusahaan ini memulai penelitian tentang plastik yang mampu diuraikan oleh mikroorganisme di alam (biodegradable) sebagai bentuk dari kepedulian terhadap masalah sampah yang kian meresahkan terutama didominasi oleh sampah kantong plastik. Enviplast tidak hanya mengundang GIDKP tetapi juga rekan-rekan blogger dari komunitas @taudaribolgger. Sri Megawati, Marketing Communication Enviplast menjelaskan mengenai kantong nabati  dan mengajak peserta untuk lebih mengenal  Enviplast secara dekat dengan melihat langsung proses pembuatan kantong tersebut.

BAHAYA PLASTIK

Plastik merupakan tersusun dari polimer-polimer yang memiliki berat lebih ringan daripada air sehingga  seringkali kita lihat plastik yang mengambang di air. Hal ini mengurangi jumlah sinar matahari yang masuk kedalam air sehingga tanaman-tanaman yang ada di dalam air tidak dapat berfotosintesis secara maksimal. Bahaya lain yang ditimbulkan adalah ketika sampah plastik telah terpecah menjadi butiran-butiran kecil. Pecahan plastik ini tidak dapat secara langsung terurai oleh bakteri. Plastik membutuhkan lebih dari 3000 tahun untuk dapat terurai secara sempurna, oleh karena itu saat plastik terpecah menjadi butiran kecil, plastik tetap memiliki sifat dasar dengan plastik berukuran besar. Plastik-plastik ini biasanya dikira sebagai makanan oleh para plankton yang ada di laut. Kemudian plankton akan dimakan ikan dan ikan tersebut akhirnya dimakan oleh manusia atau ikan besar lainnya.

 

10

Gambar Plankton yang memakan potongan plastik (berwarna hijau cerah)

                Tubuh manusia dan hewan pada dasarnya tidak dapat mencerna kandungan plastik, sehingga yang terjadi adalah timbulnya berbagai macam penyakit dari ringan hingga kanker yang mematikan. Jumlah sampah plastik pun kian menggunung setiap harinya. Mayoritas plastik-plastik yang terbuang menjadi sampah plastik adalah kantong plastik. Sudah menjadi suatu hal yang sangat wajar di indonesia ketika setiap transaksi pembelian di pasar maupun swalayan menggunakan kantong plastik. Pengelolaan sampah terutama kantong plastik tidak dapat menandingi produksi dan konsumsi sampah plastik di masyarakat.

ALTERNATIF PENGGANTI KANTONG PLASTIK

Banyak sekali alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti kantong plastik,namun saat ini perkembangan alternatif kantong plastik terutama di Indonesia masih sangat minim. PT Inter Aneka Lestari Kimia (Enviplast) mempelopori pembuatan kantong berbahan nabati yaitu kantong yang terbuat dari bahan baku singkong. Meskipun penelitian sudah dimulai dari tahun 2011 dan mulai diluncurkan secara komersial pada tahun 2012, kantong nabati ini masih kurang mendapatkan banyak respon dari masyarakat. Faktor-faktor seperti tingginya permintaan pasar akan kantong plastik konvensional serta lebih murahnya harga produksi kantong plastik dibanding alternatifnya menjadi dasar alasan utama. Padahal kantong nabati memiliki berbagai kelebihan dibanding kantong plastik biasa seperti: tahan minyak sekalipun minyak panas, tahan suhu tinggi, mengurung udara (sehingga saat membawa makanan berbau tajam, bau makanan tersebut tidak menyebar) serta yang paling penting adalah mampu diuraikan oleh mikoorganisme dalam waktu singkat sehingga tidak berbahaya bagi lingkungan.

Bahan baku singkong dipilih karena mengandung amilosa yang dapat dipecah menjadi amiloepktin. Amilopektin inilah yang akan diproses menjadi kantong nabati yang serupa dengan kantong plastik namun dapat terurai oleh mikroorganisme karena berasal dari bahan nabati.

9

 

Singkong dipilih sebagai bahan baku kantong nabati

PROSES PEMBUATAN KANTONG NABATI

Pembuatan kantong nabati sebagai salah satu alternatif pengganti kantong plastik ini diawali dengan pemrosesan singkong menjadi tepung singkong dan dicampurkan dengan bahan-bahan aditif tertentu sehingga akan menghasilkan komponen kantong yang kuat, hasil akhir dari proses ini adalah pelet. Pelet inilah yang akan menjadi bahan baku pembuatan plastik. PT Inter Aneka Lestari Kimia mengusung brand Enviplast sebagai nama pelet ini.

Selanjutnya pelet ini akan dimasukkan kedalam suatu mesin yang bernama mesin Blown Film. Mesin ini terdiri dari feeder untuk menampung pelet yang akan diproses, pemanas, peniup, penggulung hingga pencetak label atau logo. Mesin Blown Film yang digunakan pada proses pembuatan kantong biodegradable didesain secara khusus karena mesin pembuat plastik biasa tidak memiliki spesifikasi yang pas untuk memproses pelet Enviplast. Pelet yang akan dibuat menjadi kantong nabati diletakkan di feeder kemudian melalui proses pemanasan dan proses tiup yang akhirnya menjadi lembaran-lembaran kantong. Untuk menghasilkan 1 kg kantong nabati diperlukan 1 kg pelet Enviplast.

 

 

7 8

Mesin Blow Film untuk memproses pelet Enviplast menjadi kantong plastik

                Setelah digulung, lembaran kantong nabati ini akan mengalami proses pemotongan. Pemotongan dilakukan juga secara otomatis dengan mesin pemotong. Mesin pemotong ini memiliki sensor yang dapat membaca simbol logo yang tertera di lembaran kantong sehingga akan memotong kantong nabati secara akurat dengan kepanjangan tertentu.

 

6

Proses pemotongan gulungan kantong nabati

                Setelah dipotong-potong, kantong nabati ini akan diberi lubang yang memudahkan pengguna untuk membawanya (seperti halnya kantong plastik pada umumnya yang memiliki lubang untuk tangan kita saat membawanya). Pembolongan (pemberian lubang) ini juga dilakukan menggunakan mesin pembolong khusus. Setiap kantong akan diberi lubang sesuai dengan jenisnya, ada lubang yang di tengah (model hand-grip) maupun 2 buah lubang disamping (model T-shirt). Lubang dari setiap kantong juga memiliki ukuran yang berbeda-beda sesuai pesanan sehingga mesin pembolong yang digunakan juga memiliki berbagai jenis ukuran pisau yang disesuaikan dengan pesanan klien. Sebelum dikemas, kantong nabati akan diuji kekuatannya dengan Jog Test, petugas penguji akan membawa kantong nabati berjalan sepanjang 150 meter dengan diberi beban sejumlah tertentu sesuai dengan kekuatan kantong yang diminta oleh pemesan. Setelah Jog Test selesai, kantong yang menjadi sample akan digantung untuk menguji ketahanan seberapa lama ia bisa menahan berat.

5

Kantong nabati yang digantung setelah Jog Test

                Kantong nabati yang sudah teruji kekuatannya dikemas dan siap dikirimkan ke konsumen. Jika kita perhatikan, kantong nabati yang dipesan memiliki berbagai jenis warna. Warna ini didapat dari hasil produksi pelet Enviplast. Pelet Enviplast memiliki berbagai warna yang dapat disesuaikan dengan keinginan pemesan sehingga menghasilkan waran kantong nabati yang serupa dengan warna peletnya.

4

Pelet Enviplast berbagai warna

UJI KANTONG NABATI

Kantong nabati ini terbukti dapat diuraikan oleh mikroorganisme dalam tanah. Pada saat kunjungan pabrik, kami diajak menyaksikan contoh-contoh kantong yang telah lebih dari dua minggu dikubur dalam tanah dan telah terurai. Potongan kantong nabati tersebut dimasukkan kedalam kantong dengan jaring-jaring yang berlubang kemudian dikubur didalam tanah. Selain mudah terurai kantong ini juga bisa digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk kompos.

 

3

Kantong nabati yang telah terurai

                Pengujian selanjutnya dilakukan dengan membakar kantong nabati. Pengujian ini menghasilkan residu/sisa kantong nabati yang dapat hancur secara sempurna seperti halnya saat kita membakar kertas atau daun-daunan. Lain halnya ketika membakar kantong plastik, kantong plastik akan menghasilkan sisa berupa cairan yang bila mengeras akan membentuk plastik kembali. Pengujian lainnya yaitu memasukkan potongan kantong nabati kedalam air yang mendidih dan diaduk, hasilnya kantong tersebut benar-benar larut dalam air yang mendidih. Kedua pengujian tersebut juga membuktikan bahwa kantong nabati mudah diuraikan dengan berbagai cara.

 

2

Pengujian kantong nabati dalam air panas

Pengujian kekuatan kantong nabati lainnya dilakukan dengan menyeterika kantong nabati dalam suhu yang panas.  Dibandingkan dengan kantong plastik konvensional yang akan meleleh dan menempel pada seterika panas, kantong nabati tidak meleleh dan bahkan tidak menempel sama sekali pada seterika yang panas. Kelebihan lainnya adalah kantong nabati dapat menahan udara dari dalam sehingga saat kita membawa benda atau makanan berbau tajam seperti durian dalam kantung nabati, bau tersebut tidak akan menyebar.

image0018 - Copy

Kantong plastik biasa (kiri) dan kantong nabati (kanan) setelah diseterika

Selama kunjungan ini kami mendapatkan banyak wawasan baru tentang kantong nabati yang diproduksi oleh Enviplast. Dalam hal ini, Sri Megawati juga menegaskan bahwa produk kantong nabati Enviplast hanya aman dimakan oleh hewan dan mikroorganisme. Informasi-informasi yang menyatakan bahwa kantong nabati dapat dikonsumsi baik dimakan maupun diminum oleh manusia itu sama sekali tidak benar. Pihaknya sudah melakukan uji pengetesan hanya pada hewan dan mikroorganisasi. Sedangkan, untuk manusia harus ada uji laboratorium dan mendapatkan semacam sertifikasi yang menyatakan bahwa produknya aman dikonsumsi oleh manusia. Jadi, kantong nabati Enviplast sama sekali tidak bisa dikonsumsi oleh manusia, namun hanya untuk mikroorganisme.

Yang paling utama adalah kita harus tetap berupaya mengurangi penggunaan kantong plastik melalui #DietKantongPlastik. Dimulai dengan membawa tas belanja pakai ulang sendiri dari rumah. Sehingga, konsumsi kantong plastik berkurang dan kita turut berkontribusi pada usaha penyelamatan lingkungan dari ancaman sampah kantong plastik. (Eka Nur)

 

BAGIKAN

media terkait

Pilih kategori

dukung sekarang

Dukung dan bergabung dengan gerakan kami sekarang baik menjadi relawan, mitra hingga petisi dan donasi.
media terkait
Pilih kategori