Cara mengurangi sampah plastik saat pesta, gathering, atau nobar sebaiknya dipikirkan sebelum tamu datang. Masalahnya biasanya bukan satu benda, melainkan rangkaian keputusan kecil: air kemasan, alat makan, wadah makanan, dan dekorasi sekali pakai. Jika semuanya dibeli untuk sekali digunakan, beberapa jam acara bisa meninggalkan tumpukan sampah yang cukup besar.
Data SIPSN 2025 dari 246 kabupaten/kota mencatat hampir 25 juta ton timbulan sampah dalam setahun, sementara sekitar 65,5% belum terkelola. Acara tentu bukan satu-satunya sumber masalah, tetapi justru termasuk situasi yang relatif mudah dikendalikan karena jenis barang dan jumlah peserta sudah diketahui sebelumnya.
Mulai dari daftar barang sekali pakai
Sebelum membeli perlengkapan, catat barang yang kemungkinan langsung dibuang setelah acara:
- botol air mineral;
- gelas dan sedotan;
- piring, mangkuk, serta sendok plastik;
- kantong untuk membawa makanan;
- wadah makanan sekali pakai;
- kemasan saus, gula, atau bumbu dalam sachet;
- plastik pembungkus suvenir;
- dekorasi yang hanya dipakai satu malam.
Pengurangan sampah plastik paling terasa jika panitia lebih dulu mengganti barang yang jumlahnya paling banyak. Tidak perlu mengubah semuanya sekaligus. Untuk satu acara, mengganti tiga sumber sampah terbesar sering lebih efektif daripada membeli banyak produk berlabel ramah lingkungan tetapi tetap sekali pakai.
Sediakan air isi ulang, bukan puluhan botol
Pada acara dengan 50 tamu, dua botol per orang berarti 100 botol sekali pakai hanya dalam beberapa jam.
Dispenser atau galon dengan gelas guna ulang dapat memangkas jumlah itu secara langsung. Pilihan lain adalah memberi informasi sejak undangan dikirim agar peserta membawa tumbler sendiri.
Untuk menghindari kekurangan, jumlah gelas dan alat makan guna ulang sebaiknya disiapkan sedikit di atas jumlah tamu, terutama jika tidak ada proses pencucian selama acara.
Pilih perlengkapan yang benar-benar bisa dipakai kembali
Mengganti piring plastik dengan piring kertas belum tentu menyelesaikan persoalan. UNEP menekankan bahwa masalah utama terletak pada budaya sekali pakai. Produk guna ulang umumnya menjadi pilihan yang lebih baik ketika benar-benar digunakan berkali-kali.
Untuk acara ramah lingkungan, perlengkapan yang bisa disiapkan antara lain:
- gelas kaca atau plastik keras yang dapat dicuci;
- piring dan alat makan permanen;
- wadah makanan yang dikembalikan setelah digunakan;
- pitcher atau dispenser untuk minuman;
- kain atau dekorasi yang bisa disimpan untuk kegiatan berikutnya.
Untuk acara satu hari, menyewa perlengkapan makan sering lebih masuk akal daripada membeli peralatan baru yang belum tentu dipakai lagi.
Kurangi kemasan di meja konsumsi
Meja makanan sering menghasilkan sampah paling cepat. Satu paket konsumsi dapat berisi kotak, sendok plastik, kantong, air mineral, tisu berbungkus, dan beberapa sachet saus.
Salah satu cara mengurangi penggunaan plastik di meja konsumsi adalah memesan makanan dalam wadah besar dan menggunakan sistem prasmanan jika kondisi memungkinkan. Saus, gula, dan bumbu bisa ditempatkan dalam botol atau mangkuk bersama daripada dibagi dalam puluhan kemasan kecil.
Jumlah makanan juga perlu dihitung realistis. Pesanan berlebih bukan hanya menambah biaya, tetapi menghasilkan sisa makanan sekaligus kemasan yang sebenarnya tidak pernah diperlukan.
Buat sistem guna ulang yang jelas
Mengurangi penggunaan plastik pada kegiatan dengan banyak peserta membutuhkan alur yang sederhana tetapi jelas.
Jakarta Eco Future Festival 2026, misalnya, menerapkan konsep Less Waste Event dengan pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, dan sistem guna ulang. Penyelenggara menyediakan 13 set tempat sampah terpilah serta titik pengembalian wadah guna ulang.
Untuk pesta atau gathering yang lebih kecil, prinsip yang sama bisa dibuat sederhana:
- tentukan tempat pengambilan gelas dan wadah;
- buat satu titik pengembalian setelah dipakai;
- pisahkan wadah kotor dari sampah;
- tunjuk satu atau dua orang untuk mengawasi alurnya;
- letakkan tempat sampah terpilah di lokasi yang mudah terlihat.
Tanpa titik pengembalian yang jelas, gelas reusable pun mudah ikut masuk ke kantong sampah.
Pilih hiburan yang tidak menambah barang sekali pakai
Acara tidak harus dipenuhi hadiah plastik, aksesori murah, atau perlengkapan permainan yang hanya digunakan satu malam. Musik, kuis digital, streaming, dan permainan dari ponsel dapat mengisi waktu tanpa menambah banyak barang.
Untuk peserta dewasa, hiburan digital bisa berupa gim kasual, permainan strategi yang diakses melalui perangkat yang sudah dibawa.
Pada nobar, pengurangan sampah terutama bisa dilakukan di meja konsumsi: gunakan gelas guna ulang, minuman isi ulang, makanan dalam porsi besar, dan hindari kemasan individual.
Pilah sisa yang tidak bisa dihindari
Tidak semua sampah bisa dicegah, tetapi sebagian besar plastik sekali pakai dapat dikurangi sejak tahap perencanaan.
Sediakan setidaknya pemisahan untuk sisa makanan, material anorganik yang masih bisa dikumpulkan, dan residu. Pemisahan dari awal jauh lebih berguna daripada memasukkan semuanya ke satu kantong lalu mencoba memilahnya setelah acara selesai.
Setelah tamu pulang, lihat apa yang paling banyak tersisa. Jika masih ada puluhan gelas, botol, atau satu kantong besar wadah makanan, itulah data paling berguna untuk acara berikutnya.
Cara mengurangi penggunaan plastik pada akhirnya bukan soal mengganti semua barang dengan produk baru berlabel eco-friendly. Yang lebih penting adalah mengurangi kebutuhan sejak awal, memakai kembali barang yang masih layak, dan mengatur alur pengembalian serta pemilahan.
Dengan pendekatan seperti itu, mengurangi sampah plastik tidak membutuhkan acara yang sempurna atau benar-benar zero waste. Sistem yang sederhana tetapi dijalankan konsisten sudah cukup untuk membuat plastik sekali pakai semakin jarang dibutuhkan.

